Wanita di Negara China Menawarkan Jasa Kirim Pesan Ucapan Selamat Malam Melewati E-Commerce

Seorang wanita di China menawarkan jasa yang tak umum adalah mengirimkan pesan ucapan “Selamat Malam” selama 12 tahun terakhir dengan tarif yang cukup murah.

Jiumei, wanita berusia 30-an itu memasarkan layanan tersebut di platform e-commerce China, Taobao.

Diberitakan SCMP, Senin (3/6/2024), sekitar 10 ribu orang telah menerapkan jasanya, dengan lebih dari 50 ribu pesan telah ia kirimkan. Tiap pesan dihargai satu yuan atau sekitar Rp2.200.

Pesan yang ia kirimkan pun slot depo qris 5rb bervariasi, mulai dari ucapan “Selamat Malam” sederhana dalam bahasa Mandarin, hingga syair puitis dan penghiburan.

Jiumei mengatakan bahwa pesan-pesannya adalah penghiburan bagi “orang-orang modern yang menderita kesepian”, dan sebuah jendela baginya untuk memperhatikan sekilas kehidupan orang lain.

Banyak kliennya yang mengorder ucapan selamat malam untuk orang yang diam-diam mereka cintai atau mantan kekasih yang mereka rindukan.

Namn, Jiumei menolak mengirim pesan dari orang lajang untuk yang telah menikah untuk menghindari keadaan sulit bagi penerima dan keluarganya.

Permintaan Klien Beraneka

Permintaan klien Jiumei pun bervariasi, mulai dari pesan ibu untuk buah hatinya hingga pengusaha yang tengah minta dukungan untuk bisnisnya.

Misalnya, seorang ibu minta Jiumei untuk menyatakan selamat malam terhadap putrinya yang berusia 14 tahun, yang menderita kecemasan dan kecanduan telpon pintar.

Kecil muda itu berhenti mempercayai orang tuanya yang merasa sulit memahami penyakitnya. Sang ibu ingin “menghibur hatinya yang kesepian dan mengingatkannya untuk tidur lebih permulaan”.

Lainnya lagi, seseorang mengorder layanan tersebut untuk saudara laki-lakinya, seorang pasien kanker stadium akhir yang semakin menutup diri dari keluarganya. Ia ingin pesan-pesan itu akan mendampinginya.

Klien Jiumei lainnya, seorang pria berusia 30-an yang melakukan bisnis start-up, membeli sendiri pesan-pesan tersebut untuk menerima dukungan.

Membantu Dirinya Secara Emosi

Meskipun mendapat imbalan uang untuk jasanya, Jiumei menyambut dengan bagus orang-orang yang berhenti menerapkan jasanya dengan harapan mereka tak lagi merasa kesepian.

Layanan mengirim pesan yang ditawarkan Jiumei itu telah dijalaninya selama 12 tahun terakhir.

Dikala itu ia menjadi direktur di sebuah perusahaan di kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, kemudian dan membuka cafe. Ia telah menikah dan memiliki dua putra.

Ia mengatakan bisnisnya tak pernah mewujudkan profit, dan mewujudkan penghasilan optimal 3.000 yuan atau sekitar Rp6,8 juta per tahun. Ia menentukan untuk menyerah, melainkan berubah pikiran setelah mantan kliennya menghubunginya untuk menyatakan terima kasih.

Jiumei mengatakan layanan ini juga membantunya secara emosi. Mempunyai latar belakang didiskriminasi oleh orang tuanya, ia mengatakan bahwa pekerjaan sampingannya ini juga memberinya kenyamanan.