Visi Misi Capres Dinilai Belum Menunjukkan Komitmen Lindungi Masyarakat Adat

Masyarakat Adat atau AMAN, Muhammad Arman, menyatakan slot deposit 10 ribu bagi masyarakat adat, Pemilu 2024 adalah instrument demokrasi paling penting yang memilih jaman depan masyarakat adat.

Namun, kata Arman, riuhnya percakapan pencalonan presiden dan wakil presiden tak dirasakan masyarakat adat, meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menghadirkan sesi debat calon presiden (capres) dan wakil presiden untuk tema spesifik masyarakat adat.

“Politik menjelang pemilu cuma berkutat pada pembahasan isu-isu politik yang sangat
jauh berasal dari kepentingan masyarakat adat,” kata Arman kepada Tempo, Kamis, 8 Februari 2024.

Menurut dia, tidak keluar agenda masyarakat rutinitas diperbincangkan dan diperdebatkan secara serius. Arman menyatakan beberapa besar berpikiran seluruh perihal tersebut sebagai normalitas dalam politik elektoral tanpa secara kronis mendalami sebenarnya demokrasi layaknya apa yang tengah berjalan.

“Sejauh mana seluruh ini justru berdampak tidak baik bagi segala upaya kita mendorong demokrasi yang berkedaulatan rakyat? Masyarakat Adat cuma menjadi pirsawan di tengah elite yang cuma repot bersama urusan utak-atik formasi politik, tapi abai
terhadap agenda kerakyatan,” kata dia.

Arman menyatakan hampir seluruh pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2024 berkomitmen pada agenda penegakan hukum dan perbaikan orientasi pembangunan. Namun, tidak seluruh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden punya prinsip yang kuat pada agenda pengakuan, penghormatan dan pemenuhan hak masyarakat rutinitas dalam visi dan misi.

Menurut Arman, berdasarkan analisa berasal dari AMAN, membuktikan bahwa cuma pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar serta pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang punya prinsip pada masyarakat rutinitas dalam visi dan misinya.

Sementara, tidak tersedia satu pun prinsip perihal masyarakat rutinitas dalam visi-misi pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. “Isu masyarakat rutinitas yang dicantumkan di dalam visi-misi dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tetap belum menjawab persoalan mendasar masyarakat adat,” kata Arman.

Visi misi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kata dia, seandainya tetap mendasarkan prinsip pada masyarakat rutinitas pada proses pembangunan dan ekonomi, jadi berasal dari memperkuat pemberian masyarakat rutinitas pada keperluan dasarnya, penyederhanaan proses legal-formal pendaftaran tanah masyarakat adat, integrasi peta wilayah rutinitas dalam rancangan tata area hingga partisipasi masyarakat rutinitas dalam pembangunan.

Begitu pula pada pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, kata dia, yang menampilkan prinsip minimalis pada masyarakat rutinitas yang cuma perihal bersama pengakuan hutan, tanah dan sumber kekuatan lainnya untuk menyejahterakan masyarakat adat.