Swedia Buka Diri Jadi Tuan Rumah Senjata Nuklir AS pada Masa Perang

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson pada Senin (13/5/2024) mengatakan ia terbuka untuk mengizinkan senjata nuklir di tanah Swedia selama masa perang. Pada dikala bersamaan, para kritikus mendesak anggota baru NATO ini untuk melarang penempatan senjata nuklir di wilayahnya.

Parlemen Swedia direncanakan akan mengerjakan pemungutan suara berhubungan Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (DCA) dengan Amerika Serikat (AS) pada Juni. Kesepakatan ini akan membuka akses bagi AS kepada basis militer di Swedia dan memungkinkan penyimpanan kelengkapan militer dan senjata di negara Skandinavia itu.

Swedia meninggalkan sikap nonblok kemiliteran mereka yang berusia dua abad untuk bergabung dengan NATO pada Maret tahun ini.

Desakan telah mengemuka beberapa minggu terakhir, di antaranya dari Asosiasi Arbitrasi dan Penenteraman Swedia, supaya pemerintah judi bola menetapkan secara tertulis dalam kesepakatan DCA bahwa negara itu tidak akan mengizinkan senjata nuklir di kawasan mereka. Demikian seperti diberitakan VOA Indonesia, Kamis (16/5).

Pemerintah berulang kali menegaskan bahwa tidak dibutuhkan larangan yang tertulis, dengan mengutip \\”konsensus luas berhubungan senjata nuklir\\” di Swedia dan juga keputusan parlemen yang melarang senjata nuklir di negara itu pada masa damai. Melainkan, Kristersson mengatakan pada Senin bahwa pada masa perang ceritanya akan berbeda.

\\”Dalam sebuah kondisi perang, itu merupakan situasi sulit yang sama sekali berbeda. Ini akan tergantung sepenuhnya pada apa yang akan terjadi,\\” kata ia kepada lembaga penyiaran publik, Radio Swedia.

\\”Dalam skenario terburuknya, negara-negara demokratis di belahan lain Bumi kita, mesti sepenuhnya dapat mempertahankan diri mereka sendiri melawan negara-negara yang dapat mengancam kita dengan senjata nuklir.\\”

Tidak Didikte AS

Kristersson bersikeras bahwa keputusan untuk menempatkan senjata nuklir di Swedia akan diambil oleh Swedia sendiri bukan AS.

\\”Swedia mengambil keputusan atas kawasan Swedia sendiri,\\” tegas Kristersson.

Melainkan, Kristersson menekankan tujuan sepenuhnya dari keanggotaan NATO dan pertahanan Swedia merupakan menetapkan bahwa kondisi semacam itu tidak muncul.

Jikalau Ukraina telah menjadi anggota NATO, mereka tidak akan diserang oleh Rusia,\\” ujar Kristersson.

Partai Demokratik Sosial Swedia, yang berkuasa dikala Swedia mengajukan permintaan keanggotaan NATO pada Mei 2022, menuturkan bahwa pada saatnya mereka akan berusaha menonjolkan keberatan sepihak kepada pengerahan senjata nuklir dan pangkalan konsisten di kawasan Swedia.