Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Jual Beras Bulog Jadi Premium di Malang

Polres Malang menetapkan seorang perempuan berinisial EH (37), tahun warga Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Sebagai tersangka kasus penyalahgunaan beras Bulog.

Wakapolres Malang Kompol Imam Mustolih mengatakan bahwa EH diatur sebagai tersangka usai dilaksanakan penelusuran berkaitan kesibukan mengemas ulang beras Bulog dan kemudian dijual dengan merek tertentu dengan harga lebih tinggi.

Tersangka menjalankan kesibukan pengemasan kembali beras Bulog program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi dua merek tertentu dengan tujuan dijual kembali dan menerima profit yang lebih banyak,\\” kata Imam, Senin (18/3/2024).

Imam menjelaskan, praktik mengemas ulang beras Bulog dan memasarkannya kembali menjadi beras variasi premium hal yang demikian berawal pada Oktober 2023. Saat itu, tersangka memandang harga komoditi beras terus mengalami kenaikan dan kemudian mengawali usaha jual beli beras.

Usaha hal yang demikian, lanjutnya, dilaksanakan mahjong slot di sebuah rumah atau gudang, di Jalan Kubu RT19/02 Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. Saat itu, tersangka mempekerjakan satu orang karyawan yang ketika ini berstatus saksi berinisial EAP.

\\”Kemudian pada Januari 2024, tersangka memandang ada kesempatan untuk menerima profit yang lebih besar. Kemudian tersangka membeli beras Bulog program SPHP,\\” katanya.

Dia menambahkan, pembelian beras Bulog program SPHP hal yang demikian tak sesuai ketentuan dan dilaksanakan dari marketplace yang ada pada salah satu aplikasi tertentu. Tersangka membeli beras Bulog dari marketplace hal yang demikian dengan harga Rp690 ribu per 50 kilogram.

\\”Kecuali itu, tersangka juga menjalankan pembelian beras Bulog SPHP dari seorang laki-laki yang tak dikenal, dengan metode seketika datang ke daerah usaha tersangka,\\” katanya.

Pembelian beras Bulog hal yang demikian, dilaksanakan tersangka secara berkala dan tak dalam jumlah besar sekaligus. Tapi, barang bukti yang disita petugas mencapai 2,1 ton termasuk sejumlah barang bukti lain seperti karung beras merek tertentu yang diciptakan wadah baru beras Bulog.

Sebagai berita, beras Bulog atau beras program SPHP dijual dengan Herga Eceran Tertinggi (HET) Rp10.900 per kilogram atau Rp54.500 per lima kilogram. Dalam sejumlah kesibukan operasi pasar atau pasar gampang, beras Bulog dijual Rp50 ribu per lima kilogram.

Raup Untung Rp 9 Juta Tiap Bulannya

Sementara untuk beras premium di wilayah Kabupaten Malang, berdasarkan data Sistem Kabar Ketersediaan Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.500 per kilogram, dan ada selisih yang cukup besar dengan beras Bulog hal yang demikian.

\\”Keuntungan tersangka itu per kilogram sekitar Rp1.000-Rp2.000, dan tiap bulan secara rata-rata bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp9 juta,\\” katanya.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis merupakan Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 144 dan Pasal 143Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan ancaman mulai tiga tahun hingga lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp6 miliar.