Polisi Mengigatkan Lagi Untuk Video Vulgar Ibu Muda yang Menyebarkan Sebarkan

Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebar luaskan video-video berbobot pornografi. Setidaknya ada dua unit rekaman video berbobot vulgar yang diproduksi oleh wanita muda inisial R (22) bersama buah hati kandungnya (5).

“Mohon kami juga mengimbau jangan disebarkan kembali. Tolong rekan-rekan media juga sampaikan ini ke masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (3/6/2024).

Ade Ary mengaku prihatin atas beredarnya 2 video vulgar yang melibatkan seorang ibu muda dengan buah hati kandungnya. Ia mengatakan, penyidik slot777 login sedang mendalami kasus ini tersebut. Video yang tersebar sedang dilaksanakan pemeriksaan secara laboratoris.

Melainkan, Ade Ary mengimbau bagi yang telah menerima tolong jangan disebarkan.

“Sebab ini beresiko tata tertib, sebab penyebar video atau konten yang berbobot asusila itu dapat dipidana menurut UU atau pasal yang dipersangkakan di undang-undang ITE,” ujar ia.

Ade Ary mengatakan, peristiwa ini berawal dari komunikasi antara tersangka R dengan pemilik akun facebook Icha Shakila yang terjalin pada 28 Juli 2023.

Dikala itu, tersangka R ditawari pekerjaan dan diiming-iming sejumlah uang. Melainkan, dengan syarat mengirimkan foto bugil. Ade Ary mengatakan, tersangka menuruti permintaan pemilik akun dengan dalih kebutuhan ekonomi.

“Hingga ketika ini penyidik belum menemukan fakta atau bukti adanya pembayaran itu,” ujar ia.

“Hasil keterangan sementara tersangka, walaupun penyidik nanti akan menyandingkan dengan alat bukti lainnya sebab fakta tindakan itu seharusnya utuh tidak hanya dari satu pihak saja, tidak hanya dari sebagian saksi saja. Melainkan seharusnya dirangkaikan jadi satu peristiwa yang menjadi fakta tata tertib,” ia menambahkan.

Ibu Muda Diminta Buat Video Vulgar Bersama Suami
Ade Ary mengatakan, pemilik akun facebook Icha Shakila kembali menghubungi tersangka. Oleh pemilik akun tersebut, tersangka diminta membuat video vulgar bersama suami. Melainkan, permintaan itu ditolak.

“Tersangka menolak sebab suaminya tidak ada di rumah,” ujar ia.

Ade Ary mengatakan, ketika itu hanya ada si kecilnya Inisial R (5). Akibatnya si akun facebook Icha Shakila minta tersangka berkaitan badan dengan buah hati laki-lakinya.

“Sebab merasa diancam menurut keterangan tersangka, akibatnya tersangka melakukan pencabulan dan melakukan hal yang tidak bagus. Kemudian direkam yang kemudian menjadi viral,” sebut ia.

Ade Ary menekankan, penyidik masih terus mendalami keterangan tersangka. Sebab pembuktian tidak hanya menurut keterangan sepihak saja.

Dalam kasus ini, R disangkakan melanggar Undang-Undang ITE dan Undang-Undang Pornografi.

Adapun, sangkaannya Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024 perihal perubahan kedua UU Nomor 11 Tahun 2008 perihal Infomasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 44 Tahun 2008 perihal Pornografi dan atau Pasal 88 jo Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 perihal perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 perihal Perlindungan Si.

“Untuk ITE ancaman pidana 6 tahun. Kemudian, undang-undang Pornografi ancaman pidana optimal 12 tahun. Meski, untuk undang-undang perlindungan buah hati ancaman pidana optimal 10 tahun,” sebut ia.