Kredit Kendaraan Listrik Meroket 128,34 Persen per Maret 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan kepada kendaraan listrik meningkat 128,34 persen yoy menjadi sebesar Rp2,56 triliun per Maret 2024.

\\”Per Maret 2024, terdapat penyaluran pembiayaan kepada kendaraan listrik meningkat 128,34 persen yoy menjadi sebesar Rp2,56 triliun atau sebesar 0,50 persen dari sempurna piutang pembiayaan dengan sempurna kontrak sebesar 19.470 kontrak,\\” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/7/2024).

Menurutnya, dengan memperhatikan perkembangan hal yang demikian serta kuatnya dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, pembiayaan kendaraan listrik ke depan diperkirakan akan terus meningkat dan dapat berkontribusi dalam mendukung percepatan terbentuknya ekosistem green financing di Indonesia.

Lebih lanjut, Agusman memperkenalkan nolimit slot berhubungan piutang pembiayaan multifinance pada Mei 2024 tumbuh 11,21 persen secara tahunan.

\\”Piutang pembiayaan kembali tumbuh menguat menjadi 11,21 persen yoy pada Mei 2024, menjadi sebesar Rp490,69 triliun,\\” ujarnya.

Disamping itu, pada April 2024 piutang pembiayaan multifinance hanya tumbuh 10,82 persen YoY dengan poin Rp 486,35 triliun.

Lalu OJK mencatat profil risiko pembiayaan tetap terjaga. Paralel itu terefleksi dari Non Performing Financing (NPF) Net yang sebesar 0,84 persen pada Mei 2024.

Sementara untuk Non Performing Financing (NPF) Gross perusahaan pembiayaan OJK mencatat sebesar 2,77 persen pada Mei 2024. Menurutnya, angka hal yang demikian mengalami penurunan kalau dibandingi bulan sebelumnya sebesar 2,82 persen.

Disisi lain, kata Agusman, gearing ratio perusahaan pembiayaan justru tercatat naik sebesar 2,37 kali pada Mei 2024, walaupun April 2024 sebesar 2,32 kali.

Kredit Perbankan Indonesia Tumbuh 12,15% pada Mei 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai Mei 2024 pertumbuhan kredit masih tumbuh dua digit ialah 12,15 persen secara tahunan atau menjadi Rp7.376 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, mengatakan pertumbuhan kredit hal yang demikian menampilkan bahwa kwalitas kredit terjaga, dengan tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) industri perbankan gross tercatat 2,34 persen, sebelumnya 2,33 persen. Lalu NPL nett berada di angka 0,79 persen, sebelumnya 0,81 persen.

\\”Penyaluran kredit yang cukup signifikan hal yang demikian, melanjutkan tren pertumbuhan kredit sejak jangka waktu-jangka waktu sebelumnya, dan searah dnegan target pertumbuhan 2024,\\” kata Dian dalam konferensi pers hasil RDK Juni 2024, Senin (8/7/2024).

Dian menyebut, tren pertumbuhan kredit yang baik ini menampilkan daya kerja perbankan yang baik dan bukti dukungan perbankan untuk terus mendukung perekonomian nasional.

dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan positif diangka 8,63 persen secara tahunan, dengan likuditas dari alat likuid per non core deposit (AL/NCD) dan alat likuid kepada dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing 114,58 persen dan 25,79 persen.

Kedua hal itu di atas treshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun pada Mei 2024, perbankan Indonesia masih disangga dengan permodalan yang kuat sebesar 26,22 persen dengan tingkat profitabilitas perbankan mencapai 2,56 persen Return on Asset (ROA).