KPK Usut Kasus Korupsi PLN Sumbagsel, Periksa Pihak Bukit Asam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut kasus dugaan korupsi di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Komponen Selatan. Sejumlah saksi dari pihak Bukit Asam malahan diperiksa petugas.

“Pemeriksaan hari ini 20 Mei 2024 bertempat di Polda Sumsel,” tutur Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (20/5/2024)

Ali merinci, kali ini saksi yang diperiksa yakni Rachmad S selaku Officer SFM & UMUM PLTU Bukit Asam, Rizki Tiantolu selaku Team Leader Logistik PLTU Bukit Asam, Nakhrudin selaku Technician Boiler UPK Bukit Asam, dan Andri Fajriyana MS selaku UPK Bukit Asam.

Sebelumnya, KPK tengah melakukan slot 777 penyidikan dugaan korupsi berhubungan pekerjaan retrofit system sootblowing PLTU Bukit Asam PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Komponen Selatan tahun 2017 hingga dengan 2022.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, negara diduga mengalami kerugian hingga puluhan miliar akibat kasus korupsi PT PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Komponen Selatan.

“(Perhitungan) sementara puluhan miliar,” tutur Ali terhadap wartawan, Kamis (21/3/2024).

Retrofit system sootblowing yakni proyek penggantian komponen suku cadang untuk mendorong pembuatan uap pada PLTU, di mana terjadi rekayasa poin anggaran pengadaan termasuk juara lelang sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Sejauh ini, penyidik telah mengajukan permohonan pencegahan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham terhadap eks pejabat PLN dan pengusaha, dalam rangka mendorong pelaksanaan penyidikan kasus korupsi PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Komponen Selatan.

“Pihak yang dicegah tersebut yakni dua eks pejabat di PT PLN (Persero) dan satu pihak swasta,” jelas ia.

KPK Telah Tetapkan Tersangka
Berdasarkan Ali, KPK telah memastikan tersangka dalam kasus tersebut. Hanya saja, penyidik masih menunggu hasil pengembangan perkara hingga tercukupi sepenuhnya alat bukti yang diperlukan.

“Setelah alat bukti tercukupi maka kami akan memberi tahu komposisi uraian dugaan perbuatan korupsinya, pihak yang diatur sebagai tersangka, dan juga pasal apa saja yang disangkakan. Perkembangan dari pelaksanaan penyidikan perkara ini, akan kami informasikan lebih lanjut,” Ali menandaskan.