Dinas Dukcapil: 12.851 ASN Jakarta Masuk Masukan Terdampak Penonaktifan NIK

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta juga menyasar Aparatur Sipil Negara dalam mengerjakan penertiban Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi semua warga. Hal ini guna menjadikan data kependudukan yang akurat.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, saat ini total terdapat 11.337.563 warga yang tinggal di Jakarta. Menurut Budi, dengan luas kawasan sebesar 661,5 kilometer persegi, karenanya terdapat 17 jiwa dalam tiap meter perseginya di Jakarta.

\\”Seandainya tidak dibereskan dengan baik, karenanya bisa menimbulkan ketidakakuratan data kependudukan. Maka itu kita perlu terus mengerjakan penyesuaian data di lapangan,\\” kata Budi dalam keterangan sah, dikutip Jumat (24/5/2024).

Budi menerangkan, ASN DKI Jakarta yang mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) Jakarta saat ini berjumlah 66.061 jiwa. Sebanyak 12.851 jiwa di antaranya dimasukkan dalam usul terdampak non aktif.

\\”Meskipun yang sudah pindah secara sadar bonus new member mandiri sebanyak 1.170 jiwa hingga Mei 2024,\\” ucap Budi.

Semua pegawai ASN di lingkungan kerja masing-masing perangkat daerah/unit kerja perangkat daerah diminta agar mempertimbangkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP elektroniknya pantas dengan alamat daerah tinggal saat ini.

ASN yang KK serta KTP-nya tidak pantas dengan alamat daerah tinggalnya saat ini serta belum mengerjakan pelaporan terhadap Dinas Dukcapil, karenanya akan dilaksanakan pengusulan penonaktifan NIK sementara atau pembekuan NIK sementara.

\\”Pada prinsipnya, program penataan penertiban administrasi kependudukan ini mempunyai manfaat yang baik, guna menjadikan kota global yang berketahanan, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,\\” kata Budi.

Penonaktifan Bertahap
Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga Jakarta akan mulai dinonaktifkan secara bertahap. Adapun penonaktifan NIK dilaksanakan dalam rangka program penertiban data kependudukan di kawasan Jakarta.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, pekan ini mengajukan data NIK warga Jakarta untuk dinonaktifkan terhadap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

\\”Kami sudah ajukan itu ke Kemendagri sebab mekanismenya, Kemendagri yang mengerjakan penonaktifan. Sebab kan sekarang sudah SIAK terkonsentrasi. Jadi untuk penonaktifannya itu kewenangan Kemendagri, Ditjen Dukcapil. Jadi kita ajukan ke sana,\\” kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin, dikutip Kamis (18/4/2024).

Budi menyajikan, pada tahap permulaan ini NIK yang akan dinonaktifkan sementara diprioritaskan untuk warga yang sudah meninggal dunia dan Rukun Tetangga (RT) yang sudah tidak ada atau dihapus.