Cabai Merah Jadi Dalang Tingginya Inflasi Di Indonesia

Cabai Merah Jadi Dalang Tingginya Inflasi Di Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi terhadap Desember 2023 sebesar 0,41 % atau berjalan peningkatan indeks harga customer dari 116,08 terhadap November 2023 menjadi 116,56 terhadap Desember 2023.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, penyumbang utama inflasi Desember 2023 adalah grup makanan, minuman, dan tembakau.

Secara historis inflasi grup makanan, minuman, dan tembakau terhadap momen perayaan natal dan th. baru atau inflasi di Desember relatif tinggi setiap tahunnya,” kata Amalia di dalam konferensi pers pengumuman inflasi, Selasa (2/1/2024).

Menurutnya, sub-kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap dominan membuat inflasi terhadap bulan Desember. Misalnya terhadap Desember 2020 berjalan inflasi terhadap grup makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,49 persen. Inflasi tersebut merupakan inflasi bulanan ke-2 di th. 2020.

Kemudian, terhadap Desember 2021 inflasi judi bola online terhadap grup makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,61 persen. Angka ini merupakan inflasi bulanan tertinggi di th. 2021.

Sementara, terhadap Desember 2022 berjalan inflasi terhadap grup makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen. Angka ini adalah inflasi bulanan tertinggi ketiga di th. 2022.

“Angka ini cuma lebih rendah dari April (2022) gara-gara terhadap awal bulan April tersedia momen Idul Fitri yang jatuh terhadap awal Mei dan terhitung Juni. Karena terhadap saat itu harga cabai merah di bulan Juni dan Cabai rawit tetap mengalami inflasi yang relatif tinggi,” ujarnya.

Untuk Desember 2023, inflasi terhadap grup makanan, minuman, dan tembakau relatif tinggi. Namun, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan bulan pada mulanya yakni sebesar 1,07 persen.

Komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang inflasi terhadap Desember 2023, diantaranya cabai merah andil inflasinya 0,06 persen, bawang merah 0,04 persen, Tomat 0,03 persen, beras 0,02 persen, telur ayam ras 0,02 persen, cabai rawit 0,02 persen.

Kemudian, daging ayam ras andil inflasinya 0,01 persen, bawang putih 0,01 persen, minyak goreng andilnya 0,01 persen, gula pasir andil inflasinya 0,01 persen, Rokok kretek filter 0,01 persen, dan rokok putih 0,01 persen.

Awal 2024, Harga Cabai Masih Mahal Tembus Rp 110.000 per Kg

Sebelumnya, sejumlah harga pangan di lokasi Jakarta terhadap awal th. baru 2024 tetap terpantau mahal. Misalnya untuk cabai merah keriting rata-rata Rp 72.375 per kg.

Dilansir dari Info Pangan Jakarta, Senin (1/1/2024) harga tertinggi cabai merah keriting dijual di Pasar Pluit Rp 90.000 per kg, dan harga termurah dijual di pasar Kalideres Rp 50.000 per kg.

Kemudian, harga cabai rawit besar terhitung tetap mahal rata-rata Rp 85.967 per kg, dan harga cabai rawit besar tertinggi dijual di Pasar Rawamangun Rp 110.000 per kg, dan harga terendah di Pasar Klender SS Rp 60.000 per kg.

Sementara untuk harga cabai rawit hijau jadi mengalami penurunan menjadi Rp 91.281 per kg dari pada mulanya Rp 91.690 per kg. Hal yang mirip dialami cabai rawit merah harganya turun Rp 2.200 menjadi Rp 47.656 per kg, tapi harga tersebut tetap terbilang mahal.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan yakni bawang putih naik Rp 297 menjadi Rp 42.41.750 per kg. Bawang merah terhitung naik Rp 730 menjadi Rp 41.968 per kg. Sedangkan untuk harga pangan lainnya tetap stabil.